Lomba Penulisan Wartawan BPOM “Mengawal BPOM di Era MEA”

11-02-2016 Hukmas Dilihat 2667 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Hukmas

JAKARTA – 10 Februari, Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke- 15, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan Lomba Penulisan Wartawan BPOM 2016. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya BPOM untuk mendapatkan masukan dari masyarakat melalui media terkait kinerja BPOM sebagai salah satu lembaga di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan apresiasi BPOM kepada insan media sebagai mitra strategis yang telah bekerja sama dalam memberikan informasi dan edukasi terutama tentang obat dan makanan kepada masyarakat.

Kegiatan ini terbuka bagi wartawan media massa baik cetak maupun online di seluruh Indonesia yang telah mempublikasikan karyanya di media massa selama periode 1 Januari hingga 31 Maret 2016.

 

Tema yang diangkat adalah “Mengawal BPOM di Era MEA”, dengan sub tema sebagai berikut :

  1. Peran Serta BPOM dalam Menanggulangi Peredaran Makanan Berbahaya di Era MEA
  2. Memperkuat Sistem Pengawasan Obat dan Makanan di Era MEA
  3. Perlunya Payung Hukum Mengenai Kewenangan BPOM dalam  Pengawasan Obat dan Makanan
  4. Perubahan Paradigma Pengawasan Badan POM dari watch dog control menjadi pro active
  5. Sinergi BPOM dan Departemen/Institusi Terkait dalam Pengawasan dan Penindakan Makanan, Obat dan Kosmetik Berbahaya yang Beredar di Masyarakat.

 

 

Kepala BPOM, Roy Sparringa mengatakan, tahun ini, Indonesia mulai melaksanakan pasar bebas ASEAN, yang lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Berbagai produk dan jasa dari negara-negara ASEAN lainnya akan menyerbu pasar Indonesia, termasuk di antaranya obat-obatan dan makanan. Jaminan keamanan produk dan nilai mutu adalah langkah yang dapat ditempuh untuk mempertahankan produk nasional di pasar Internasional ini. Salah satu tantangan utama Badan POM di era MEA adalah masalah kurang paham publik terhadap MEA. Misalnya, ada mitos yang mengemuka bahwa saat era MEA berjalan maka semua barang akan bebas masuk ke Indonesia. Padahal, walaupun pasar bebas bukan berarti barang (obat, makanan, kosmetik) dapat beredar dengan bebas. Setiap pengimpor yang memasukkan barang ke Indonesia harus mendaftarkan dulu produknya ke Badan POM. “Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan daya saing produk Nasional, dan juga memberikan pemahaman kepada publik Badan POM tidak dapat bergerak sendiri, dibutuhkan peran serta seluruh elemen baik dari kalangan industri, lembaga pemerintah dan juga media massa.” Ujar Kepala BPOM, Roy Sparringa.

 

Lebih lanjut Kepala BPOM Roy Sparringa mengharapkan, dengan adanya kegiatan ini kepercayaan masyarakat terhadap produk nasional meningkat dan kehadiran MEA di Indonesia menjadi sebuah peluang bagi kiprah Indonesia di pasar Internasional. 

 

Karya-karya yang terkumpul akan dinilai oleh Dewan juri yang berkompeten dalam bidang jurnalistik, komunikasi dan kesehatan. Sebagai bentuk apresiasi, pemenang pertama, kedua, dan ketiga dari kegiatan ini akan mendapatkan hadiah masing-masing sebesar Rp 10 juta, Rp 7 juta, dan Rp 5 juta.

 

Keterangan lebih lanjut mengenai Lomba Penulisan Wartawan BPOM dapat diakses di http://www.pom.go.id Seluruh karya yang ingin dilombakan dapat dikirimkan ke jwc.bpom2016@gmail.com

 

Informasi lebih lanjut silakan  menghubungi:

Panitia Lomba Penulisan Artikel BPOM

RedWhite Communication

Jl. Sampit IV no. 10 Kramat Pela,

Kebayoran Baru Jakarta Selatan

Phone  : +62 21 7260456

Fax       : +62 21 7225295

Atau alamat e-mail jwc.bpom2016@gmail.com

Lampiran 1

Lampiran 2

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana